Birokrasi yg Bikin Crazy
Alhamdulillah paspor selesai dalam 3 hari kerja. Adalah kelegaan tersendiri bahwa kami bisa mengurus paspor sendiri, tanpa geram mengantri atau banyak basa-basi.
Kami ajukan hari Rabu dan bisa diambil hari Senin minggu berikutnya. Benar2 hal membanggakan untuk Bandung.
Berbeda dengan pengajuan pembuatan yg dilakukan pagi-siang hari (07.30-12.00), pengambilan paspor dilakukan pada siang-sore hari (13.00-15.00).
Seperti biasa, ambil nomer antrian menuju loket pengambilan paspor dan tadaaaa...saya bisa tersenyum puas melihat wajah imut2 di halaman dalam paspor 😊😊😊. Ga ada biaya lagi ya saat pengambilan paspor. Ga ada yg namanya salam tempel2an 😁
Pengurusan Visa Taiwan
Selesai urusan paspor, kini saatnya lanjut ke pengurusan visa.
Nah, ini dia proses yg bisa disebut mengerahkan segala dana, keringat dan air mata. Bener2 air mata loh...
Waktu baca2 persyaratan dan kelengkapan dokumen di
http://www.roc-taiwan.org/idsub_id/post/146.html
itu aja langsung meleleh air mata, kepala pusing seketika, dan harapan utk ke Taiwan benar2 sirna. #lebay
Sebelumnya, baca dulu ya tentang pengenalan visa di http://www.roc-taiwan.org/idsub_id/post/132.html
Pokoknya silahkan diubek2 web itu, karena satu2nya acuan resmi dr Taiwan cuma web itu, sisanya baca2 aja dr blog orang2 yg sudah pernah ke Taiwan.
FYI, Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik dgn Indonesia, karena indonesia hanya mengakui 1 negara cina yakni Tiongkok (bahasa era SBY), jd dgn menjalin hub diplomatik dgn Tiongkok dianggap sudah mewakili Tiongkok sendiri dan Taiwan, that's why ga ada Kedubes Taiwan ya di Jakarta. Untuk pengurusan dokumen blablabla ke kantor TETO (Taipei Economic and Trade Office) di Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, Gedung Artha Graha Lantai 17, RT.5/RW.3, Senayan, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan. Tempatnya itu bersebrangan dgn Pasific Place. Eaaa ketauan deh tukang ngemol!
Mungkin yg bilang mengurus visa Taiwan di blognya itu adalah mereka yg kesana sebagai visitor (jalan2) atau urusan kantor atau lanjut studi dgn beasiswa.
Bagi saya, ibu dgn 2 anak yg semata2 cuma kesana untuk mendampingi suami yg studi tu rasanya dilema.
Setelah mempelajari apa yg tertulis di web di atas selama semingguan sm suami, akhirnya kami membuat list kebutuhan dokumen2nya utk mendapatkan visa Taiwan. Kelengkapan visa sesuai kebutuhan perjalanan ada di http://www.roc-taiwan.org/id_en/post/137.html
Satu hal yg tidak disebutkan di web itu, dan baru saya ketahui di detik2 akhir menjelang ke TETO adalah bahwa saya dan anak2 tidak bisa mendapatkan visa residen dari awal. Suami harus menetap di Taiwan minimal 6 bulan dulu baru kami diijinkan mendapat visa residen. 😭😭😭😭😭
This unwritten statement makes me really upset. I wana cry like all day long.
Kenapa siiiih....beginian ga ditulis yg gede di web sakti itu???
Harus ditanyain langsung, jauh2 dr Bandung ke Jakarta, trus ga boleh parkir di gedung itu, harus parkir di Pasific place dulu trus nyebrang rempong, bawa bayi 6 bulan, semingguan nyiapin dokumen2, demi mendapatkan jawaban seperti ini... Pedih!!!
Ini yg saya sebut tenaga, dana dan air mata. Suami sih enak bisa langsung dapet visa residen karena keberlangsungan hidup doi di sana beralasan kuat utk studi plus dibiayain ya... lha saya dan anak2?
Ah, pengen banget teriak, INI TIDAK ADIIIILLLL! *alasinetron
Padahal batin udah menggantungkan cita2 buat nemenin suami dgn manis di sana. Jadi istri solehah deh pokoknya.
Selepas itu saya jujur jd agak hopeless. Meskipun suami bilang saya dan anak2 bisa mengajukan visa visitor yg ga pake embel2 medical check up dan notabene persyaratannya lebih ringan dibanding visa residen. Ya iya, tp kan saya cuma boleh tinggal maksimal 60 hari alias 2 bulan tok! Sisanya harus balik maning ke indo, menunggu suami tinggal selama 6 bulan dulu di Taipei. 😭
Ya Allah, pasrah rasanya.
Hari itu, saya pulang dari TETO dgn agak lunglai. Berharap anak2 yg saya ajak kesana kemari sehat2 dan kuat daya tahan tubuhnya.
Dan sampai detik ini saya masih berharap adanya keajaiban pertolongan Allah SWT supaya saya dan anak2 bisa berangkat memberi semangat pada Ayahnya tanpa bolak-balik mengurus visa.
Semoga...
Comments
Post a Comment